You need to enable javaScript to run this app.

Tips Mengajar di Tengah Kondisi Darurat Kabut Asap Karhutla

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Tips Mengajar di Tengah Kondisi Darurat Kabut Asap Karhutla

Sobat Pendidik, Ketika pembelajaran harus dilakukan dari jarak jauh karena kondisi darurat seperti Karhutla, WhatsApp sering menjadi salah satu ruang utama guru untuk berkomunikasi dengan murid.

Tantangannya bukan hanya bagaimana menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana membuat murid tetap terlibat dalam proses belajar, meskipun pembelajaran berlangsung melalui grup WhatsApp.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan Pustaka Edukasi di Canva untuk mencari, memilih, menyesuaikan, atau membuat bahan pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan sesuatu, bukan hanya melihat atau menonton materi.

???? Prinsip sederhananya:

Jangan hanya membuat murid menerima materi. Ajak mereka melihat, berpikir, melakukan, membagikan, dan merefleksikan.

???? Strategi Mengajar melalui WhatsApp

Pembelajaran melalui WhatsApp bisa dibuat lebih aktif dengan menggunakan alur sederhana:

???? Lihat → ???? Pikirkan → ✍️ Lakukan → ???? Bagikan → ???? Refleksikan

Berikut contoh penerapannya.

1. ???? Lihat

Awali pembelajaran dengan memberikan stimulus kepada murid. Guru bisa memanfaatkan Pustaka Edukasi Canva atau sumber lainnya untuk menemukan infografis, gambar, atau video pendek yang sesuai dengan materi.

Tidak perlu langsung memberikan penjelasan panjang. Biarkan stimulus tersebut menjadi bahan awal bagi murid untuk mengamati.

Contoh:

???? Kirim sebuah infografis atau gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran ke grup WhatsApp.

2. ???? Pikirkan

Setelah murid melihat stimulus, berikan pertanyaan pemantik. Tujuannya agar murid tidak hanya melihat, tetapi mulai berpikir dan menghubungkan informasi dengan apa yang mereka ketahui.

Contoh pertanyaan:

  • Apa yang kamu amati dari gambar tersebut?
  • Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
  • Apa yang akan terjadi jika kondisi tersebut terus berlangsung?
  • Menurutmu, apa solusi yang bisa dilakukan?

3. ✍️ Lakukan

Selanjutnya, berikan aktivitas sederhana yang bisa dilakukan murid dari rumah.

Guru dapat memanfaatkan berbagai bahan dari Pustaka Edukasi Canva, seperti LKPD, worksheet, activity card, atau bahan studi kasus, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi dan kemampuan murid.

Aktivitas tidak harus rumit. Yang penting murid memiliki kesempatan untuk mencoba, mengamati, mencari informasi, membuat sesuatu, atau menyelesaikan masalah.

4. ???? Bagikan

Setelah menyelesaikan aktivitas, minta murid membagikan hasil belajarnya melalui WhatsApp.

Bentuk hasilnya tidak harus selalu berupa jawaban teks. Murid bisa mengirimkan:

  • ???? Foto hasil pekerjaan
  • ????️ Rekaman suara
  • ???? Video pendek
  • ???? Desain sederhana
  • ???? Jawaban atau hasil pengamatan

Dengan begitu, WhatsApp tidak hanya menjadi tempat guru mengirim tugas, tetapi juga menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan proses dan hasil belajarnya.

5. ???? Refleksikan

Tutup pembelajaran dengan refleksi singkat. Guru tidak perlu memberikan banyak pertanyaan. Cukup pilih satu atau dua pertanyaan yang membantu murid melihat kembali apa yang sudah mereka pelajari.

Contoh pertanyaan refleksi:

  • Apa yang hari ini kamu pahami?
  • Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apa hal baru yang kamu temukan?
  • Di mana kamu bisa menggunakan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari?

???? Intinya:

Pembelajaran jarak jauh tidak harus selalu berupa materi → tugas → kumpulkan. Dengan alur sederhana Lihat → Pikirkan → Lakukan → Bagikan → Refleksikan, pembelajaran melalui WhatsApp bisa menjadi lebih aktif dan bermakna.

???? Canva sebagai Sumber, WhatsApp sebagai Ruang Belajar

Dalam kondisi PJJ karena Karhutla, guru tidak harus membuat semua bahan pembelajaran dari nol. Pustaka Edukasi Canva dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk menemukan berbagai bahan yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Sementara itu, WhatsApp dapat menjadi ruang untuk berkomunikasi, berdiskusi, mengirim aktivitas, membagikan hasil pekerjaan, dan melakukan refleksi.

Jadi, Canva bukan sekadar tempat membuat desain. Guru bisa memanfaatkannya untuk merancang pengalaman belajar yang kemudian dilanjutkan melalui WhatsApp.

???? Pembelajaran Tetap Bisa Berjalan

Dalam situasi pembelajaran jarak jauh, yang paling penting bukan seberapa banyak materi yang dikirimkan kepada murid, tetapi bagaimana murid tetap mendapatkan kesempatan untuk mengamati, berpikir, melakukan, berbagi, dan merefleksikan.

Semoga strategi sederhana ini bisa membantu Bapak/Ibu guru tetap menghadirkan pembelajaran yang aktif dan bermakna meskipun pembelajaran harus dilakukan melalui WhatsApp.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Yono, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Tabe Salamat Lingu Nalatai Salam Sujud Karendem Malempang. Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata   Seraya memanjatkan puji syukur...

Berlangganan
Banner